Jual Kantong Plastik Sampah - Inilah 5 Langkah Pengolahan Sampah Yang Dapat Dilakukan Di Rumah

Berdasarkan hasil penelitian, setiap hari sebuah rumah tangga menghasilkan sampah sekitar 0.5 kg - 0.8 kg per orang. Jika di dalam sebuah rumah terdapat empat jiwa, berarti sekitar 2kg - 3.2kg sampah dihasilkan perhari/kk. Bayangkan sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga tersebut dalam 1 tahun, bisa mencapai angka 730kg - 1.168kg atau 7,3 kwintal - 1,2 ton. Sebuah angka yang cukup fantastis. Berapa tinggi tumpukan sampah yang dihasilan oleh satu keluarga tersebut?  

Sebenarnya, kalau masing-masing rumah tangga bisa memilah serta mengolah sampahnya masing-masing, takkan ada lagi demo warga yang tinggal di seputaran Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Pemerintahpun tak perlu bersusah payah menyediakan anggaran khusus untuk mengatasi problem yang takkan pernah ada habisnya ini, seiring dengan sampah yang selalu dihasilkan setiap hari.

Ya! Seberapapun besar upaya pemerintah untuk mengatasi problem sampah, dengan memperluas area TPA, memperbanyak armada truk pengangkut sampah, sampai menambah pasukan oranye yang bertugas mengangkut sampah serta membersihkan lingkungan, takkan ada artinya kalau tak ada partisipasi aktif dari masyarakat sendiri.
   
Untuk melaksanakan proses pengolahan sampah serta membudayakan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, kita sanggup berkaca pada negara tetangga yang sudah sukses dengan kegiatan yang semula berasal dari masyarakat sendiri.
Kepedulian pada sampah dan kebersihan lingkungan yang sangat tinggi di Jepang serta Singapura tidaklah terbentuk begitu saja. Perlu upaya puluhan tahun untuk mengedukasi masyarakat sampai menjadi sebuah habit/kebiasaan.

Bahkan tahun 2001 di Jepang terjadi perkara pencemaran maritim yang menimbulkan 1700 orang meninggal dunia akhir terkena pengaruh racun merkuri yang berasal dari limbah pabrik yang tidak mengalami pengolahan terlebih dahulu, namun eksklusif dibuang ke laut. 

Padahal semenjak pertengahan tahun 70’an, telah timbul gerakan chonaikai di aneka macam kota di Jepang, ialah gerakan peduli terhadap lingkungan. Sekumpulan kecil masyarakat menggalang kesadaran warga ihwal pentingnya memilah sampah serta mengolahnya melalui 3R, yaitu: Reduce (mengurangi pembuangan sampah), Reuse (menggunakan kembali), serta Recycle (daur ulang)
Gerakan tersebut rupanya menerima jawaban kasatmata dari aneka macam lapisan masyarakat di Jepang. Namun, meskipun gerakan peduli lingkungan di masyarakat ini berkembang pesat, pemerintah Jepang masih belum mempunyai Undang-undang Pengaturan Pengolahan Sampah.

Baru di bulan Juni 2000, Parlemen Jepang menyetujui Basic Law for Promotion of The Formation of Recycling Oriented Society, ialah  Undang-undang  mengenai masyarakat Jepang yang berorientasi daur ulang.

Belajar dari pengalaman masyarakat Jepang tersebut, rasanya tidaklah sulit bagi masyarakat Indonesia untuk mencontoh serta menimbulkan gerakan peduli lingkungan sebagai upaya mengatasi problem sampah yang kian hari kian menumpuk tanpa ada solusi yang berarti dari pemerintah.

Inilah lima jurus jitu bagi rumah tangga yang peduli dengan lingkungannya:

1.Selalu melaksanakan gerakan 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle) terhadap semua benda yang ada di dalam rumah. Jangan gampang tergiur untuk membeli barang baru, kalau barang usang masih layak pakai, atau bisa diolah kembali.

2.Pilah sampah organik, anorganik serta sampah berbahaya (B3) yang dihasilkan oleh rumah tangga. Sediakan wadah khusus untuk menciptakan kompos guna mengolah sampah organik. Wadah khusus untuk menampung sampah anorganik yang bisa diberikan ke pemulung, atau disalurkan ke bank sampah terdekat. Serta wadah khusus untuk menampung sampah B3 yang kalau dibuang sembarangan sanggup membahayakan sekitarnya. 

3.Jadikan kebiasaan membuang sampah sebagai habit keluarga sehari-hari. Ajari bawah umur semenjak dini untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Jika tidak menemukan daerah sampah, ajari anak untuk menyimpan sampahnya, sampai menemukan daerah sampah terdekat. 

4.Jadikan budaya aib membuang sampah sembarangan sebagai perilaku terhormat dalam keluarga.

5.Jangan ragu untuk menegur orang yang membuang sampah sembarangan. Anak-anak akan melihat konsistensi orangtuanya.

Saat ini banyak pabrik kantong sampah yang memproduksi serta menjual kantong sampah dalam aneka macam ukuran kantong sampah. Mulai dari kantong sampah hitam, kantong sampah warna, sampai kantong sampah medis. Hal ini semakin memudahkan masyarakat untuk melaksanakan gerakan peduli sampah dan peduli lingkungan. 

Nah bagaimana? Hari gini masih tak peduli serta menganggap sampah sebagai urusan pemerintah?? Ke maritim saja deh sana!!!
#Untuk informasi harga terupdate silahkan klik DISINI.

Komentar