Sudah banyak cara yang dilakukan pemerintah. Mulai dari memasang papan pengumuman “dilarang membuang sampah di sini”, “jagalah kebersihan”, sampai menyiapkan beberapa kawasan pembuangan sampah di banyak sekali sentra keramaian.
Namun, tetap saja masih sering dijumpai banyak anggota masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Tumpukan botol-botol bekas minuman kemasan serta plastik-plastik bekas kemasan kudapan terlihat di mana-mana. Apalagi kalau gres terjadi keramaian di suatu lokasi, sanggup dipastikan usai program pemandangan tak sedap akan menyerang pandangan mata.
Ya, membudayakan kesadaran ihwal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, sampai melestarikan lingkungan sungguh merupakan tantangan tersendiri.
#Baca juga Manfaat Kantong Sampah Untuk Sekolah.
Tugas mulia ini bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah saja, namun juga masyarakat yang berada di dalamnya. Mari kita tumpuan negara Jepang, dari segelintir masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, lahirlah gerakan chonaikai (3R – Reduce, Reuse, Recycle). Duapuluh tahun kemudian barulah pemerintah Jepang mensahkan Undang-Undang Kemasan Daur Ulang.
Selain melalui gerakan chonaikai , sukses pengelolaan sampah di Jepang juga didukung oleh budaya aib kalau tertangkap berair membuang sampah sembarangan serta edukasi yang masif dan ekspresif yang dilakukan semenjak dini. Anak-anak SD di Jepang, semenjak kecil sudah dibiasakan untuk menentukan dan memilah sampah, serta membuangnya pada kawasan sampah yang sesuai. Sehingga kebiasaan membuang sampah ini menjadi habit dan tertanam di alam bawah sadar.
Apakah hanya negara Jepang saja yang sukses mengajak masyarakatnya peduli terhadap dilema sampah? Ternyata tidak! Di negara bab Texas-Amerika Serikat, awalnya pemerintah harus mengucurkan dana ekstra sebesar 25 juta dollar per tahun dan meningkat 15% setiap tahunnya. Benar-benar sebuah angka yang fantastis untuk sebuah dilema yang bergotong-royong sanggup diatasi secara berdikari ini.
Apa upaya perintah Texas untuk mengatasinya? Atas saran Dan Syrek, seorang peneliti kebiasaan jelek membuang sampah, dibuatlah kampanye “Don’t Mess with Texas” (Jangan Rusak Texas, Jangan menciptakan Texas Berantakan). Kampanye ini ditujukan bagi kaum Bubba, yaitu laki-laki macho usia 18-35 tahun pengendara kendaraan beroda empat pickup yang memiliki kebiasaan membuang sampah apapun dari dalam mobilnya ke jalanan. Karena yang memberikan kampanye yaitu dua atlet rugby idola para Bubba, otomatis pesan ihwal pentingnya menjaga kebersihan kota sanggup masuk ke hati mereka.
#Baca juga Cara Mengelola Kantong Plastik Sampah.
“Buanglah mantan pada tempatnya. Buanglah sampah pada temannya. Selamat malam.”, demikian suara retweed sang walikota sebuah kota di Jawa Barat. Sosok pemimpin kharismatik yang memiliki banyak penggemar terutama dari kalangan ibu-ibu dan kaum muda ini, cukup bisa menciptakan masyarakat kota yang dipimpinnya tersadar untuk bergegas memerangi sampah secara bersama-sama. Apalagi kota tersebut pernah dilanda tragedi alam longsornya Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Leuwi Gajah yang menjadi peringatan akan betapa pentingnya kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah semenjak dari rumah.
#Dapatkan isu pertanian dan perkebunan terupdate klik DISINI.
Masalahnya kini yaitu bagaimana mengajarkan masyarakat ihwal cara mengolah sampah rumah tangga dengan bijak?
Pertama, lakukan gerakan 3 R (Reduce-Reuse-Recycle)
Kedua, pisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik sanggup diolah menjadi kompos melalui teknologi sederhana, sedangkan sampah anorganik sanggup dikumpulkan dalam sebuah kantong sampah hitam atau kantong sampah warna. Sesuaikan ukuran kantong sampah dengan barang yang dipilah, sehingga tidak membutuhkan banyak kawasan untuk menyimpannya. Jual di bank sampah, atau sedekahkan pada pemulung, kalau sudah mencapai jumlah tertentu.
Ketiga, biasakan belum dewasa untuk membuang sampah pada tempatnya semenjak dini. Kalau tidak menemukan kawasan sampah, untuk sementara masukkan sampah ke dalam saku dan buang kalau telah berada di rumah.
Jika setiap rumah tangga melaksanakan pengelolaan sampah secara mandiri, dijamin tak usang lagi para petugas sampah berbaju oranye akan kehilangan pekerjaannya.
#Info harga terupdate kantong plastik sampah klik DISINI.


Komentar
Posting Komentar